
JAKARTA – Dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi musim hujan periode 2021-2022, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Pusat Monitoring Bendungan (PMB), telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan bagi seluruh Balai Wilayah Sungai di Indonesia. Kegiatan ini merupakan langkah proaktif pemerintah untuk meningkatkan kapasitas personel dalam memitigasi risiko bencana banjir dan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air. Kegiatan bimtek ini dilakukan pada Bulan Oktober 2021.
Rangkaian pelatihan ini dirancang dengan beberapa sasaran utama yang saling berkesinambungan:
- Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana: kegiatan ini ditujukan sebagai persiapan untuk menghadapi musim hujan 2021-2022;
- Optimalisasi Pengelolaan Waduk: melalui penyusunan Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW) yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi aliran air (inflow) yang masuk ke waduk berdasarkan informasi prediksi cuaca; dan
- Pemetaan dan Pemodelan Banjir: pelatihan ini membekali peserta dengan keahlian menyusun model hidrologi dan hidraulika guna mensimulasikan serta memprediksi area yang berisiko terkena banjir.

Pelatihan ini berfokus pada perhitungan ketersediaan air, prediksi inflow waduk berdasarkan cuaca, dan evaluasi kinerja waduk untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan air dan pengendalian banjir.
Bimtek Pembuatan Model Hidrologi merupakan tahapan awal dalam permodelan banjir yang mempelajari siklus air menggunakan data curah hujan historis, data duga air, dan pembuatan skema sungai. Kemudian Bimtek Pembuatan Model Hidraulika sebagai tindak lanjut dari model hidrologi, pelatihan ini lebih berfokus pada simulasi aliran air secara fisik (menggunakan perangkat lunak seperti HEC-RAS dan model RRI) untuk melihat penampang sungai, elevasi lahan, dan infrastruktur penahan banjir seperti bendungan atau pompa.
Melalui pembekalan teknis yang komprehensif ini, diharapkan pengelolaan infrasturktur sumber daya air di berbagai wilayah Indonesia dapat beroperasi secara lebih cerdas, tanggap, dan terukur dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
EC.


