
JAKARTA – Dalam rangka menghadapi musim kemarau dan persiapan musim hujan diakhir tahun 2023, maka diperlukan adanya sosialisasi penyusunan Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW) sebagai panduan pelaksanaan operasi waduk selama satu tahun.
RTOW merupakan dokumen yang disusun setiap tahun berdasarkan data teknis, data hidrologi, dan kondisi klimatologi. Dokumen ini menjadi acuan dalam pengendalian dan pengaturan operasi waduk guna memenuhi kebutuhan air di wilayah hilir secara optimal, sekaligus menjaga keamanan dan keberlanjutan fungsi waduk.
Penyusunan RTOW didasarkan pada beberapa komponen utama, yaitu:
- Prakiraan debit inflow;
- Informasi prakiraan hidrologi dan klimatologi; dan
- Rencana kebutuhan air tahunan.
Kegiatan penyusunan RTOW dilaksanakan secara daring dan luring sesuai jadwal masing-masing Balai. Kegiatan secara daring difokuskan pada identifikasi dan verifikasi data pendukung, pengecekan ketersediaan data historis, serta pembahasan kendala yang dihadapi oleh masing-masing Balai dalam penyusunan RTOW. Selain itu, dilakukan pula persiapan data yang akan digunakan dalam pengisian formulir RTOW.

Sementara itu, kegiatan secara luring difokuskan pada pembahasan skematik sungai dan layanan pemanfaatan waduk, dilanjutkan dengan penginputan data historis tinggi muka air (TMA), inflow, dan outflow bendungan sebagai dasar perhitungan ketersediaan air waduk. Selanjutnya dilakukan pengisian kebutuhan air irigasi berdasarkan pola tanam pada daerah layanan serta kebutuhan air non irigasi, seperti air baku, industri, PLTA, dan debit pemeliharaan sungai.
Penginputan data teknis bendungan juga dilakukan sebagai dasar perhitungan RTOW, kemudian seluruh data yang telah diinput diolah secara otomatis dalam sistem RTOW beserta penyajian grafik hasil analisis.
EC.


